Evaluasi itu akan menjadi dasar pembinaan agar prestasi Tanjungpinang semakin meningkat pada ajang berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Atletik Kota Tanjungpinang, Diki Ardi, mengatakan atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Tanjungpinang dengan koleksi 23 medali yang terdiri atas 12 emas, 6 perak, dan 5 perunggu.
Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil latihan intensif selama dua hingga tiga bulan yang didukung penuh oleh Dispora Kota Tanjungpinang.
“Alhamdulillah hasil yang diraih sesuai harapan. Ini merupakan kerja keras seluruh atlet, pelatih, pengurus PASI, dan dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Atas keberhasilan menjadi juara umum, Dispora Kota Tanjungpinang juga akan mengusulkan pemberian bonus kepada atlet dan pelatih.
Usulan tersebut akan diajukan kepada Wali Kota Tanjungpinang agar dapat dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.
Besaran bonus akan disesuaikan dengan jumlah perolehan medali yang telah ditetapkan secara resmi.
Sebagai acuan, pada POPDA sebelumnya atlet peraih medali emas menerima bonus Rp1,5 juta, medali perak Rp1 juta, dan medali perunggu Rp750 ribu, sementara pelatih juga memperoleh penghargaan atas keberhasilannya membina atlet.
Ruli berharap apresiasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
Ia juga menegaskan bahwa Dispora akan mulai mempersiapkan regenerasi atlet sejak dini guna mempertahankan gelar juara umum pada POPDA 2028 akan digelar di Kabupaten Natuna.
“Pembinaan atlet muda harus dilakukan sejak sekarang agar prestasi yang diraih tahun ini dapat terus dipertahankan pada masa mendatang,” tutupnya.

