Kapolri menambahkan tentunya selain mendukung program untuk pemberantasan permainan skor, Polri tetap berupaya dan mendukung dalam pelaksanaan sepakbola Indonesia bisa sesuai dengan standar FIFA.

“Kami dari Polri tetap terus berupaya mendukung dan mendorong agar pelaksanaan sepakbola Indonesia semakin baik sesuai dengan standar FIFA,”terang Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Gubernur Ansar Hadiri Peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW 1444 H di Masjid As-Salam Batam

Listyo juga mengatakan Satgas Anti mafia bola terus mengawal pada setiap penyelenggaraan seluruh event sepakbola Indonesia yang di lakukan oleh PSSI.

“Tentunya satgas Anti mafia bola akan terus mengawal setiap penyelenggaraan baik liga 1, liga 2 dan seluruh even sepakbola yang di selenggarakan oleh PSSI,”jelasnya 

Baca Juga: Tuntaskan Kepri Terang, Gubernur Kepulauan Riau Temui Langsung GM PT PLN Riau Kepri

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir menegaskan, dari otak hingga pembantu aktor mafia sepakbola akan diproses tegas. Selain pidana, ancaman larangan berkecimpung di sepakbola seumur hidup akan dijatuhkan PSSI.

“Akarnya yang perlu kita cabut, dan kita tidak boleh takut hukumannya bertingkat. Tapi kalau perlu, seumur hidup diblacklist dari sepakbola, biar jera. Posisi saya tegas tumpas mafia pengatur skor sampai tuntas.”terang Erick Thohir.

Baca Juga: Misi PS Barito Putera Raih Trend Positif Gagal Usai dikalahkan Arema FC 1-0

Demi menjerat para pelaku atur skor, Erick Thohir pun telah menyiapkan langkah reaktif sekaligus proaktif. Dengan menggandeng Polri, PSSI akan membentuk sistem yang mencegah pengaturan skor.