Lis meminta wasit tidak ragu menghentikan pertandingan apabila melihat situasi yang berpotensi menimbulkan cedera atau membahayakan keselamatan peserta.
Selain mengejar prestasi, Lis mengingatkan para atlet agar menjadikan Porprov sebagai sarana mengukur kemampuan dan mempererat hubungan antaratlet dari berbagai daerah.
Menurutnya, hasil pertandingan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan serta kualitas pembinaan Savate di Kepri.
“Selamat bertanding, semoga jaya dan sukses. Salam olahraga,” ucapnya.
Di sisi lain, Pelatih Savate Kontingen Kota Tanjungpinang, Jose Vernando, mengungkapkan bahwa tuan rumah menurunkan 16 atlet untuk bersaing dalam dua kategori pertandingan, yakni assaut dan combat.
Ia menyebut persiapan atlet telah dilakukan secara matang. Dengan status sebagai tuan rumah, kontingen Tanjungpinang memasang target meraih medali emas.
“Persiapan kita sudah sangat matang, baik dari kategori assaut maupun combat. Target kita tentunya emas, apalagi Kota Tanjungpinang menjadi tuan rumah. Kita harus meraih emas,” tegas Jose.
Ia juga berharap Savate tidak hanya menjadi cabang olahraga pendatang dalam Porprov kali ini, tetapi dapat terus dipertandingkan pada edisi selanjutnya sehingga pembinaan atlet semakin berkembang.
Pertandingan Savate Porprov VI Kepri 2026 berlangsung selama dua hari, 6 hingga 7 November 2026.
Sebanyak 64 atlet dari lima kabupaten dan kota, meliputi Tanjungpinang, Batam, Karimun, Bintan, dan Lingga, ambil bagian untuk memperebutkan prestasi terbaik.

