HARIANMEMOKEPRI.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menutup rangkaian Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Air dengan menggelar simulasi pencarian korban kecelakaan laut di perairan Pulau Senoa, Kabupaten Natuna, Rabu (15/7/2026).
Dalam simulasi tersebut, digambarkan sebuah pompong wisata yang mengangkut 10 wisatawan mengalami kecelakaan di perairan Pulau Senoa.
Delapan penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal wisata lain, sementara dua orang dinyatakan hilang dan menjadi target operasi pencarian.
Skenario dimulai dari laporan kecelakaan laut yang diterima petugas di ruang siaga Kantor SAR Natuna.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kantor SAR Natuna langsung mengerahkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk melaksanakan operasi pencarian.
SAR Mission Coordinator, Budiman, menjelaskan SRU pertama bergerak menuju Pelabuhan Teluk Baruk, Desa Sepempang, guna berkoordinasi dengan nelayan sebelum melanjutkan pencarian ke Pulau Senoa menggunakan Landing Craft Rubber (LCR).
Sementara itu, SRU kedua bersama tim penyelam langsung menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Kantor SAR Natuna untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya pompong.
Dalam pelaksanaannya, SRU pertama berhasil menemukan satu korban dalam kondisi selamat.
Dari keterangan korban, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan korban lainnya yang terakhir terlihat berada di lokasi yang sama.
Berbekal informasi tersebut, SRU kedua menurunkan lima personel penyelam untuk melakukan pencarian bawah air.
Korban kedua akhirnya ditemukan di kedalaman sekitar lima meter dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke permukaan dan diserahkan kepada petugas ambulans dari Puskesmas Ranai yang turut berpartisipasi dalam latihan.
Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor SAR Natuna, Budiman, mewakili Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, mengapresiasi kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh personel yang mengikuti latihan.
“Terus asah keterampilan yang sudah dipelajari. Melalui latihan dan program yang ada, kami ingin memastikan pelayanan SAR yang cepat, tepat, dan profesional dapat diberikan kapan pun dibutuhkan,” ujar Budiman.
Selain melibatkan personel SAR, latihan tersebut juga didukung tenaga medis dari Puskesmas Ranai. Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua ditutup setelah simulasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

