Ritual yang selalu dilakukan ini kemudian juga memberikan sebutan lain bagi perayaan Cap Go Meh ini sebagai Festival Lampion.
Negara-negara yang merayakan Tahun Baru Imlek dan kemudian di tutup dengan Cap Go Meh adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, dan China.

Namun penyebutan Cap Go Meh ini sendiri hanya dilakukan di Indonesia karena adanya pengaruh bahasa Hokkien.

Di China sendiri, penutupan Tahun Baru Imlek ini dikenal dengan nama  Yuánxiojié atau Shàngyuánjié.

Sementara itu, secara internasional Cap Go Meh dikenal dengan Festival Lentera atau Festival Lampion.

Baca Juga: PBB Dukung Sistem Proporsional Tertutup

Cap Go Meh memiliki makna perayaan untuk menghormati Dewa Yi yang merupakan dewa tertinggi di langit pada masa Dinasti Han, sekitar 206 sebelum masehi hingga 221 masehi.