HarianMemoKepri.com, Peristiwa – Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Jakarta Timur itu menangis tersedu-sedu saat tahu tas yang dia simpan di bagasi pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 305 dibobol orang. Uang tunai senilai Rp 1 juta raib, Senin, (15/1). Dilansir dari Tribunnews.com, saat kejadian dia baru saja mendarat di Cengkareng usai pulang ke kampung halamannya di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Wanita berusia 25 tahun tersebut menumpang maskapai Lion Air JT-305 rute Kualanamu-Bandara Soekarno-Hatta. Rossa kemudian melaporkan insiden tersebut ke Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta. Kasubag Humas Polresta Bandara Soetta Ipda Prayogo menyebut, jajarannya akan berupaya mengusut kasus tersebut. “Uang korban hilang di dalam koper. Kerugiannya senilai Rp 1 juta,” kata Prayogo kepada Warta Kota di Mapolresta Bandara Soetta, Minggu (14/2018). Menurut Prayogo, mahasiswi tersebut menjadi korban ‘tikus bagasi.’ “Kopernya didodos, dan uang korban diambil pelaku.” Rossa menceritakan saat dia turun pasawat dan mengambil kopernya, sudah dalam keadaan rusak. “Saya nunggu bagasi sekitar 44 menit, kaget lihat koper sudah berantakan,” katanya terlihat sendu. “Uang itu untuk biaya kuliah,” ungkapnya lirih. Rupanya nasib sial tak hanya menimpa Rossa. Sejumlah penumpang lainnya yang juga satu pesawat dengan mahasiswi itu mengalami hal yang serupa. “Ada sekitar 9 koper milik penumpang yang didodos,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, saat berbincang dengan Warta Kota. Rama menyatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. Sejumlah koper yang rusak itu pun sudah dilakukan pendataan. “Kalau untuk kerugian uang hilang, menurut peraturan undang-undang memang tidak harus kami ganti. Karena memang tidak ada barang bukti. Sedangkan untuk koper yang rusak, bisa kami ganti,” tuturnya. Ia berjanji akan turut serta menyelidiki kasus ini. Sejumlah CCTV dan para saksi baik itu di Bandara Kualanamu maupun Bandara Soetta dimintai keterangan. “Kami juga mengimbau kepada para penumpang untuk tidak menaruh barang berharga di dalam bagasi. Karena memang kasus ini sudah sering terjadi,” beber Rama. “Pelayanan petugas lost and found acuh tak acuh terhadap kejadian ini,” keluh Rossa. Hal senada diungkapkan Pendi, penumpang lain yang kopernya juga didodos. Pendi beserta istrinya kaget setelah mendapati koper miliknya sudah dalam keadaan basah dan rusak. “Saya sampai di Bandara Soetta lihat koper sudah basah dan rusak. Padahal tidak hujan,” kata Pendi dengan nada tinggi. Ia pun semakin emosi saat mengecek isi koper miliknya itu. Dokumen berharga yang ada di dalam koper tiba-tiba saja lenyap. “Ijazah punya istri saya hilang,” papar lelaki asal Medan itu. (Red)