HARIANMEMOKEPRI.COM– Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang tetap produktif di tengah musim hujan dengan mengintensifkan program ketahanan pangan.Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Agus Andrianto.

Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, mengatakan, program ketahanan pangan ini merupakan langkah berkelanjutan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan lapas, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang berguna setelah mereka bebas.

“Kami ingin memastikan para Warga Binaan tetap produktif selama menjalani masa pidana. Program ketahanan pangan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan di lapas, tetapi juga menjadi bekal keterampilan yang bisa mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Wachid, Senin (10/3/2025).

Dalam program tersebut, para Warga Binaan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura yang mudah dirawat dan bergizi tinggi.

Di antaranya, 400 batang tomat sayur, 400 batang terong ungu, setengah kilogram bibit sawi putih, serta 400 batang kacang panjang.

Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Cipinang, Daryoko, menjelaskan bahwa musim hujan dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan hasil pertanian di dalam lapas.

Curah hujan yang tinggi membantu proses penyiraman secara alami, sehingga budidaya tanaman menjadi lebih optimal.

Dengan lahan yang tersedia, kami terus berupaya meningkatkan produksi sayuran untuk kebutuhan Warga Binaan,” katanya.

Salah seorang Warga Binaan, KW, mengaku senang dapat terlibat dalam program ketahanan pangan tersebut.

Ia menilai, kegiatan berkebun memberikan manfaat positif, baik secara mental maupun keterampilan.

“Selain belajar hal baru, berkebun memberi saya ketenangan dan rasa percaya diri. Semoga hasil panen kami bisa bermanfaat bagi semua,” ujarnya.

Program ketahanan pangan di Lapas Cipinang ini menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Pemasyarakatan PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) Bermanfaat bagi masyarakat.