Nasional

Jelang Musim Kemarau, BMKG Ajak Masyarakat Panen Hujan Dengan Cara Menampung

27
×

Jelang Musim Kemarau, BMKG Ajak Masyarakat Panen Hujan Dengan Cara Menampung

Sebarkan artikel ini
Kepala BMKG Dwikorita usai Kick-off 10th World Water Forum (WWF) di Jakarta Convention Center (JCC)

HARIANMEMOKEPRI.COM — Menjelang musim kemarau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat agar mengantisipasi pada musim hujan saat ini.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita usai Kick-off 10th World Water Forum (WWF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (15/2023).

Dirinya mengungkapkan BMKG sendiri memprediksi musim kemarau di tahun 2023 akan lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022).

BACA JUGA  Puluhan PMI Ilegal Diamankan Polres Bintan

Baca Juga: Capcay Olahan Sayur Praktis dan Menyehatkan Yuk Intip Cara Buat untuk Buah Hati Agar Suka Sayur

“Mumpung saat ini hujan masih turun, maka kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan aksi panen hujan dengan cara menampungnya menggunakan tandon air atau bak penampung,”

“Pada saat musim kemarau nanti, air tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau. Utamanya daerah-daerah yang rawan kekeringan seperti Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB),” tambah dia.

BACA JUGA  Pelantar I dan II Akan Diintegrasikan, Direncanakan Awal Juni Mulai Terlaksana

Dwikorita menyebut, dalam waktu beberapa bulan yang akan datang, curah hujan dengan kategori intensitas rendah diprediksi dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia

Baca Juga: Tana Toraja di Sulawesi Selatan Terkesan Angker Malah Jadi tempat Wisata, Cek Keunikannya

Sektor-sektor yang terdampak seperti sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan, kata Dwikorita, perlu melakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi dampak kekeringan sebagai konsekuensi kondisi curah hujan rendah tersebut.

BACA JUGA  Seluruh Wilayah Provinsi Kepulauan Riau diperkirakan Mengalami Hujan Pada Waktu Dinihari

“Kondisi cuaca yang kering ini berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak terkait sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Karakaru Cafe Tanjungpinang Buka Lowongan Kerja, Segera Daftarkan Dirimu

Daerah yang diprediksikan mendapatkan potensi curah hujan bulanan dengan kategori rendah (akumulasi kurang dari 100 mm/bulan) berpeluang besar terjadi sebagai berikut :

1. Maret : di bagian tengah Sulawesi Tengah,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kaki angka 7 dan 9 terbuat dari bentuk yang sama, membentuk dua tangan menyatu sebagai simbol persatuan masyarakat Indonesia, walaupun memiliki pendapat yang berbeda-beda. Sementara, dua gelombang dengan arah yang sama di atas dan di bawah merepresentasikan tujuan Indonesia untuk desentralisasi dan memeratakan pembangunan demi mencapai kesetaraan.