HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG – Masuknya rokok ilegal yang dipasok dari luar kawasan, kini sangat memprihatin kan, Selasa, (13/2017). Pasalnya, terlihat salah satu gudang rokok yang bertempat di Senggarang, sudah disegel oleh pihak Bea Cukai dilepas begitu saja. Diketahui juga penyegelan itu dilakukan oleh Anggota P2  Bea Cukai atas nama Sysfrizal. Warga sekitar juga mensahihkan masuknya Tiga Kontainer rokok ilegal masuk sekitar seminggu yang lalu. Bekas Segel yang segaja di lepas Pemilik Gidang Rokok di Senggarang. (Dok. Atn) “Ya bang, kemarin ada masuk sekitar Tiga Kontainer rokok ke gudang itu, saya juga lihat kemarin ada Bea Cukai yang memasang Segel sengaja dilepas dengan pihak pemilik gudang rokok itu,” Ujar Ujang salah satu warga sekitar. Diketahui pula, segel tersebut yang di Tanda Tangani oleh Anggota Bagian Kepabeanan Bea Cukai, dilepas tanpa alasan dan menimbulkan tanda tanya pada masyarakat sekitar. “Kalau sudah disegel kok malah baru-baru ini masuk lagi tiga kontainer, kan aneh, pas masuk rokok itu pun segel itu dilepas oleh orang gudang itu,”tambahnya. Sementara itu, Pemilik Gudang yang berinisial ‘AY’ tidak ingin diwawancarai terkait pemberitaan ini. “Pak ‘AY’ bukan boss aslinya, Boss besarnya ada di Batam namanya Bu ‘AT’, jadi untuk saat ini pak ‘AY’ sedang sibuk mas,” ucap penjaga gudang yang tidak ingin disebutkan namanya. Disisi lain, Pihak Bea Cukai juga terkesan menghindar, ketika ingin dikonfirmasi terkait dilepasnya segel Bea Cukai oleh Pemilik Gudang rokok tersebut, dan awak media pun seakan dipermainkan dengan ‘Melempar’ sana-sini. “Itu tugas pabean, bukan di P2, jadi kalau untuk segel dilepas itu bukan wewenang kami, kebetulan Petugas Pabean juga tidak ditempat, karena tadi mas datang ke PKD, dan Anggota PKD meminta saya yang menemui mas,”jelas Komandan Pos P2 , Malim. Dia menjelaskan, Bahwa memang ada prosedur segel atas gudang tersebut, dan itu akibat kurangnya kelengkapan berkas ke Bea Cukai. “Kita berfikiran positif saja, mungkin mereka sudah melengkapi berkas 03 yakni Pembebasan Fasilitas, lagi pula disanakan bebas kawasan kan?,” katanya. Saat ditanyakan kembali, tentang kuota rokok yang kelebihan itu, Malim mengatakan tidak tahu. “Saya tidak tahu mas, coba konfirmasi ke bagian pabean ya, kalau warga sana yang bilang masuk lagi itu rokok, mungkin mereka tebak-tebak saja,”tutupnya. (CR003/Atn)