HARIANMEMOKEPRI.COM – Kondisi Pelabuhan Kapal Feri Sungai Tenam, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto di media sosial memperlihatkan area pelabuhan dipenuhi rumput ilalang dan tampak kurang terawat.
Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Susanto Santo dengan keterangan, “Kira-kira ape yang terpikir di pikiran saudara melihat penampakan seperti ini,” pada Rabu (22/04/2026). Unggahan itu langsung memicu beragam komentar dari masyarakat.
Dalam foto beredar, terlihat area sekitar pelabuhan, khususnya di jalur pejalan kaki, ditumbuhi rumput liar yang cukup tinggi.
Selain itu, tampak pula sampah kecil seperti botol minuman berserakan menambah kesan kurang terawat pada fasilitas transportasi tersebut.
Beragam tanggapan pun muncul dari warganet. Ada menyoroti kondisi fisik pelabuhan, ada pula melihatnya dari sisi berbeda.
Sebagian warga menyayangkan kurangnya perawatan, sementara lainnya menilai suasana pelabuhan cenderung sepi dan tenang.
Bahkan, ada juga menyebutkan perlunya penanganan cepat dari pihak terkait agar fasilitas umum tersebut kembali bersih dan nyaman digunakan.
Di tengah sorotan publik tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga memberikan klarifikasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan secara bertahap dan proses penanganan terus berjalan.
“Benar, memang terdapat rumput seperti yang terlihat dalam postingan di media sosial. Namun kami sudah mulai melakukan pembersihan sejak hari sebelumnya, dan untuk titik yang dimaksud akan diselesaikan pada hari berikutnya,” ujar Hendry.
Dirinya menjelaskan, keterlambatan penanganan disebabkan keterbatasan anggaran dan tenaga kerja, sehingga pembersihan tidak dapat dilakukan sekaligus.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pelabuhan tetap menjadi tanggung jawab dan terus dipelihara.
“Kami pastikan seluruh area pelabuhan sudah bersih dan siap sebelum kedatangan tamu dari negeri jiran. Ini menjadi perhatian serius kami,” terang Hendry.
Sementara itu, Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Dicky Kristianto, mengatakan bahwa kegiatan pembersihan sudah dimulai sejak pekan sebelumnya melalui tahap inspeksi lapangan untuk melihat kondisi dan kebutuhan penanganan.
Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan, termasuk melibatkan Dinas Lingkungan Hidup guna membantu penanganan di lapangan.
“Kendala utama adalah efisiensi anggaran dan jumlah personel yang terbatas. Namun kami pastikan seluruh pekerjaan akan selesai sebelum kedatangan tamu,” ungkap Dicky.
Dengan adanya penanganan sedang berlangsung, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas publik, termasuk Pelabuhan Feri Sungai Tenam, agar tetap berfungsi optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengguna jasa transportasi laut.

