Dirinya menjelaskan, keterlambatan penanganan disebabkan keterbatasan anggaran dan tenaga kerja, sehingga pembersihan tidak dapat dilakukan sekaligus.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pelabuhan tetap menjadi tanggung jawab dan terus dipelihara.

“Kami pastikan seluruh area pelabuhan sudah bersih dan siap sebelum kedatangan tamu dari negeri jiran. Ini menjadi perhatian serius kami,” terang Hendry.

Sementara itu, Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Dicky Kristianto, mengatakan bahwa kegiatan pembersihan sudah dimulai sejak pekan sebelumnya melalui tahap inspeksi lapangan untuk melihat kondisi dan kebutuhan penanganan.

Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan, termasuk melibatkan Dinas Lingkungan Hidup guna membantu penanganan di lapangan.

“Kendala utama adalah efisiensi anggaran dan jumlah personel yang terbatas. Namun kami pastikan seluruh pekerjaan akan selesai sebelum kedatangan tamu,” ungkap Dicky.

Dengan adanya penanganan sedang berlangsung, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas publik, termasuk Pelabuhan Feri Sungai Tenam, agar tetap berfungsi optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengguna jasa transportasi laut.