Sementara itu, Sekretaris Desa Pekajang, Anugerah, saat dikonfirmasi pada 27 Desember 2025 mengaku tidak mengetahui adanya penemuan kapal tersebut.

“Waalaikumsalam, kurang tahu saya, posisi saya di Dabo,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Ketika kembali dimintai keterangan pada 30 Desember 2025 terkait perkembangan penanganan kapal guna menghindari munculnya asumsi publik yang keliru, Anugerah kembali menyatakan ketidaktahuannya.

“Saya kurang tahu pak, sebab saya berada di Lingga. Hubungi kades saja, beliau berada di lokasi,” katanya.

Sikap aparatur desa yang saling melempar pernyataan ini semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai sejauh mana peran pemerintah desa dalam menyikapi keberadaan kapal asing tanpa awak di wilayah perairan mereka.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikutip dari Tribunnews, TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Dabo Singkep telah melakukan pemeriksaan gabungan ke lokasi pada 27 Desember 2025 bersama pihak terkait.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah dokumen di dalam kapal, termasuk daftar nama yang diduga merupakan awak kapal berjumlah enam orang. Selain itu, ditemukan pula beberapa kontainer serta mesin kapal yang tampak dalam kondisi tidak terawat.