Bahkan menurutnya, meminta uang kepada pesawat lewat pun pernah Ia lakukan yang padahal pesawat itu bukan orang tua atau pun pamannya.

“Sebenarnya masih banyak lagi moment masa kecil kami di wilayah perkampungan yang tidak bisa kami lupakan sampai dengan sekarang tapi biar bagaimana pun pengalaman kami jugalah yang membuat kami tahu bahwa mainan yang kami mainkan pada masa kecil itu memang benar-benar ada dalam bentuk aslinya,” lanjut pria yang akrab disapa Rio ini.

Baca Juga: Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo Beri Penghargaan Bagi Dua Personil Teladan

Lain lagi pada mereka yang berusia remaja, dewasa atau orang tua, sambil berdiri menopang pinggang mendongakkan kepala keatas, kadang ada yang berkata, “Oh kami sudah biasa melihat itu, padahal di waktu yang sama Inya juga ikut keluar dari dalam rumah,” sambung Rio.

Suatu momen yang sangat menggelitik jika dibayangkan pada hari ini yang tak akan terulang lagi di usia tua, juga sudah menjadi suatu hal yang tak mengherankan ketika terdengar suara pesawat paling hanya menjengah sebentar dari jendela tanpa memberi komentar apa-apa.

“Sekarang boleh dikatakan kita semua di usia ini termasuk juga anak-anak kecil sudah mulai beradaptasi dengan perkembangan tekhnologi canggih sehingga kebiasaan ini nampaknya mulai memudar ditambah lagi untuk melihat segala sesuatunya bisa hanya dengan membuka handphone orang tua atau handphone yang dibelikan orang tuanya, kalau dulu air ludah pun sampai memercik sangking ingin menyamakan suara pada pesawat helikopter,” kata Rio.