Hendry juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jasa atas kondisi fasilitas Pelabuhan Roro Jagoh yang masih belum sesuai harapan.

“Kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan dan angkutan penyeberangan Roro Jagoh atas ketidaknyamanan ini. Percayalah, ini bukan pembiaran, tetapi karena kondisi anggaran yang terbatas. Kami akan terus berupaya agar perbaikan dapat dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, masyarakat berharap pembenahan Pelabuhan Roro Jagoh tidak berhenti pada perencanaan dan penganggaran tahunan.

Sebagai salah satu jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi barang di Kabupaten Lingga, kondisi pelabuhan yang aman, layak, dan representatif dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas transportasi sekaligus perekonomian masyarakat.