Ia menilai selama ini pemerintah terlihat antusias pada saat investasi masuk, namun kurang maksimal dalam mengawal keberlangsungannya ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

 

Yusri juga menyoroti kondisi masyarakat Desa Linau yang kembali berada dalam ketidakpastian terkait masa depan investasi PT SSLP.

Menurutnya, warga telah menaruh harapan besar terhadap kehadiran perusahaan tersebut untuk meningkatkan perekonomian daerah.

 

“Masyarakat Linau kembali kecewa untuk kedua kalinya. Harapan yang diberikan belum sejalan dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah jangan sampai menerapkan prinsip habis manis sepah dibuang,” katanya.

 

Aliansi Pemuda Lingga pun mendesak pemerintah daerah dan pihak perusahaan untuk segera memberikan kepastian kepada masyarakat.

Mereka menilai komunikasi terbuka dan langkah nyata sangat diperlukan agar polemik yang terjadi tidak semakin berkepanjangan.

 

“Kami mengecam apabila pemerintah daerah dan perusahaan terus membiarkan masyarakat berada dalam ketidakpastian. Harus ada komunikasi yang terbuka dan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” tegas Yusri.