HARIANMEMOKEPRI.COM — Satu unit kapal Pompong milik warga Tanjung Kelit Kecamatan Bakung Serumpun Kabupaten Lingga hilang saat ditinggal selama 3 jam.

Hilangnya Kapal Pompong ini ketika Pemilik kapal Pompong Samsinar (47) menambatkan kapalnya disebuah sungai kecil yang berada tak jauh dengan pelabuhan khusus pompong yang ada di sungai tenam.

Samsinar berangkat dari Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, berangkat ke Sungai Tenam dengan rencana hendak pergi berbelanja ke Pancur Lingga Utara.

“Dari sana saya langsung ke pancur, sekitar kurang lebih 3 jam saya tinggal dan kembali dari sana sekitar jam 10 pagi saya melihat pompong saya sudah tidak ada,” ungkap Sinar sapaan akrabnya, Rabu, (15/01/2025).

Sinar menduga, kapal pompong miliknya di bawa kabur oleh seseorang karena hingga saat ini tidak terdapat jejak tenggelam, lepas tali ataupun hanyut.

“Sejauh ini perkiraan saya pompong dicuri, karena dilokasi sini aman dari angin dan gelombang,” jelas Sinar.

Ciri dari Kapal Pompong yang hilang itu berukuran 24 kaki (7 meter), bermesin 24 Jian Fa 1115, cat pernis berwarna kuning, serta terdapat Alkon pembuangan air.

Sinar berharap, kapal pompongnya segera ditemukan dan jika ada warga yang berbaik hati mengembalikan, karena selain sebagai kendaraan laut juga sebagai alat mata pencarian.

“Kalaupun memang hilang atau karena dicuri semoga ada yang menemukan dan berbaik hati mengembalikan,” ucap Sinar.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kelit, Brigadir Yoan Afdinal membenarkan adanya kejadian warga kehilangan kapal pompong dan hingga kini belum ditemukan.

“Iya benar ada warga yang kehilangan Pompong, dari tadi malam sampai tadi subuh warga sudah mencoba menyisiri lokasi kehilangan, tidak ada tanda-tanda pompong ditemukan,” ungkap Brigadir Yoan.

Lebih lanjut Brigadir Yoan menerangkan tidak ada saksi mata yang melihat kejadian pencurian atau membawa kabur pompong di lokasi kehilangan, sehingga pompong Sinar diprediksi tenggelam.

“Semalam sempat hujan dan di lokasi ramai karena ada kapal fery yang masuk, dan ada juga sebagian warga yang bilang mungkin tenggelam, jadi kalau prediksi sementara juga menurut kami pompong milik warga ini tenggelam,” tambah Yoan.

Menurut Brigadir Yoan, tidak ada bekas pemotongan tali atau tali terlepas di tempat penambatan perahu milik Sinar, kemungkinan prediksi terhadap pompong di bawa kabur 80 persen.

“Prediksi tenggelam 20 persen, dan dibawa kabur 80 persen,” ucapnya.

Hingga kini dirinya juga sedang berupaya melakukan pencarian dengan berkomunikasi ke setiap desa yang ada di wilayah Lingga.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Hendry Efrizal mengatakan, dirinya belum mendapatkan adanya infromasi kejadian tersebut.

“Saya belum dapat info way, nantilah saya jumpa anggota,” ucap Hendry via pesan WhatsApp.