Yudi Saputra menegaskan bahwa DPRD telah menekan pemerintah daerah agar memprioritaskan pembayaran utang tahun 2025.
“DPRD telah menekan pemerintah daerah agar segala bentuk dana yang terutang pada tahun lalu (2025) dibayarkan terlebih dahulu,” ujarnya di hadapan massa.
Ia juga memastikan pihaknya akan mengawal pencairan hak kontraktor serta mendorong agar THR (Gaji 14) dicairkan sebelum Gaji 13.
Sementara itu, saat massa melanjutkan aksi ke Kantor Bupati, Wakil Bupati Novrizal memberikan tanggapan. Ia menyebut pemerintah daerah tengah melakukan langkah pengetatan anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Strategi kami adalah memanggil masing-masing OPD dan memprioritaskan tunda bayar. Insyaallah minggu ketiga atau paling lambat minggu keempat April, dana tersebut sudah bisa diterima oleh kawan-kawan kontraktor,” jelasnya.
Meski demikian, massa menegaskan tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka benar-benar direalisasikan. Mereka berjanji akan terus mengawal jalannya RDP serta komitmen pemerintah daerah.
Aksi ditutup dengan seruan yang terus digaungkan peserta, “Semakin ditekan, semakin melawan,” sebagai peringatan agar pemerintah tidak mengabaikan hak-hak masyarakat.

