HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Dabo Singkep menegaskan komitmennya mengawal berbagai persoalan masyarakat Kabupaten Lingga melalui Dialog Masyarakat Lingga di Gedung Nasional Dabo Singkep, Sabtu (10/10/2026).

Bertempat di Gedung Nasional Dabo Singkep, Ketua BEM STIT Dabo Singkep, Suci Pratiwi, mengatakan pihaknya tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi juga menjadi fasilitator menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah.

Suci menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk tanggung jawab generasi muda dalam mendorong penyelesaian persoalan daerah dinilai membutuhkan perhatian serius.

“Mahasiswa hadir untuk menjembatani pemerintah dengan masyarakat. Kami ingin suara masyarakat tersampaikan secara langsung kepada para pemangku kebijakan, sehingga ada keberpihakan dan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi rakyat,” ujarnya, kepada Harianmemokepri.com, Jumat (9/10/2026).

Menurut Suci, dialog tersebut akan mengangkat sembilan isu utama, termasuk keterbukaan anggaran daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di Kabupaten Lingga.

Ia menilai dialog masyarakat ini harus menjadi ruang bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan dan kepastian, bukan sekadar mendengarkan keluhan masyarakat tanpa tindak lanjut.

Suci secara khusus berharap Bupati Lingga Muhammad Nizar dan Ketua DPRD Kabupaten Lingga hadir dalam forum tersebut.

Menurutnya, kehadiran para pemegang kewenangan penting agar masyarakat memperoleh jawaban langsung terhadap persoalan yang mereka sampaikan.