HMK, LINGGA — Mantan Bupati Lingga, Alias Wello yang akrab disapa Awe itu memilih maju sebagai senator DPD.

Tim Penghubung Awe, Ady Indra Pawennary kepada Batamnews mengungkapkan salah satu alasan Awe maju ke DPD dan tak kembali ikut serta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Sepertinya beliau ingin fokus berjuang untuk masyarakat Kepri melalui jalur DPD,” kata Ady, kemarin.

Dengan demikian, Ady pun meminta dukungan seluruh masyarakat Kepri.

Katanya, kemampuan Awe memperjuangkan daerahnya di pusat sudah teruji ketika diberi amanah sebagai Bupati Lingga periode 2016-2020.

“Di zamannya sebagai Bupati, APBD Lingga mencapai rekor tertinggi tembus angka Rp 1,1 Triliun. Begitu juga PAD, naik 200 persen lebih,” ujarnya.

“Awe juga dikenal sebagai pelobi ulung. Dia sukses menghadirkan orang nomor dua di republik ini ke Lingga, yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu,” tambah Ady.

Sebagaimana diketahui, ada 21 tokoh masyarakat Kepri yang mengajukan pencalonan ke KPU melalui Sistem Pencalonan (Silon) DPD RI.

Namun hanya 17 tokoh masyarakat yang dinyatakan memenuhi syarat dukungan sementara 4 orang lagi tidak.

Mereka yang memenuhi syarat itu diantaranya Alias Wello, Andhika Bintang Prasetya, David Farel Sibuea, Dharma Setiawan, Dwi Ajeng Sekar Respaty, Gerry Yasid, Hardi Selamat Hood, Haripinto Tanuwidjaja, Hotman Hutapea, Ismeth Abdullah, Juanda, R. Imran Hanafi, Ria Saptarika, Richard Hamonangan Pasaribu, Sirajudin Nur, Stephane Gerald Martogis, dan Sunarto Poniman.

Untuk tahapan selanjutnya dilaksanakan di 2023.

Dimulai dari verifikasi administrasi, perbaikan dan penyerahan minimal dukungan, verifikasi perbaikan 1 dan 2, lalu verifikasi faktual 1 dan 2 serta penetapan keputusan hasil verifikasi syarat dukungan. Berikutnya, pembukaan pendaftaran bacalon DPD RI dimulai awal Mei 2023. (batamnews)