Seorang arsitek lanskap berusia tiga puluh lima tahun asal Bandung membagikan pengalamannya mengenai perubahan fokus kerja yang jauh lebih tajam setelah rutin melakoni kebiasaan sederhana ini.
Ia mengaku pernah mengalami kejenuhan tingkat tinggi akibat tuntutan pekerjaan yang mengharuskan dirinya menatap layar monitor komputer serta ponsel pintar selama lebih dari belasan jam sehari.
Keputusannya untuk meninggalkan gawai di dalam lemari kamar saat melangkah keluar rumah pada pagi hari berhasil mengembalikan kestabilan emosi serta ide-ide kreatif yang sempat mampet.
Tantangan Lepas dari Jeratan Layar Kaca
Menghindari dorongan untuk mengambil ponsel pintar sebelum melangkah keluar pintu rumah memang terasa sangat berat pada satu minggu pertama penerapan kebiasaan baru tersebut.
Perasaan cemas bahwa kita akan melewatkan berita penting atau pesan darurat dari rekan kerja kerap muncul sebagai bentuk ketergantungan psikologis terhadap teknologi komunikasi saat ini.
Kita perlu melatih pikiran untuk memahami bahwa sebagian besar pesan yang masuk ke kotak masuk aplikasi percakapan sebenarnya masih dapat menunggu hingga jam kerja resmi dimulai.
Menyiapkan sepatu olahraga dan pakaian yang nyaman di dekat tempat tidur pada malam sebelumnya bisa menjadi trik ampuh untuk mempermudah langkah kaki menuju luar rumah.
Mengajak anggota keluarga atau tetangga rumah untuk berjalan bersama tanpa membawa gawai juga sanggup menciptakan ruang percakapan yang jauh lebih hangat dan berkualitas dibanding biasanya.

