HARIANMEMOKEPRI.COM – Penanganan cepat dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga bersama UPTD Puskesmas Pancur mulai menunjukkan hasil positif.
Kasus malaria sebelumnya menyerang puluhan warga Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, kini berangsur menurun setelah dilakukan serangkaian upaya pengendalian di lapangan.
Tim kesehatan melaksanakan fogging, Mass Blood Survey (MBS) atau pemeriksaan darah massal, serta Indoor Residual Spraying (IRS) di rumah-rumah warga pada Rabu (8/7/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan sekaligus menekan populasi nyamuk pembawa parasit malaria.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Pancur, Herli Marlina, mengatakan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga setelah meningkatnya kasus malaria di Desa Sekanah.
“Alhamdulillah, berbagai upaya sudah kami lakukan bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga. Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi sudah mulai membaik dan jumlah kasus menunjukkan penurunan,” ujarnya kepada Harianmemokepri.com, Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, Herli mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Ia menegaskan pasien malaria wajib menyelesaikan pengobatan selama 14 hari sesuai anjuran tenaga kesehatan agar penyakit tidak kembali kambuh.
Menurutnya, masih ditemukan beberapa pasien yang mengalami malaria berulang karena menghentikan konsumsi obat setelah kondisi tubuh mulai membaik.
“Walaupun sudah merasa sehat, obat harus tetap dihabiskan sesuai petunjuk dokter. Jika pengobatan tidak tuntas, penyakit bisa muncul kembali dan penanganannya menjadi lebih sulit,” jelasnya.
Selain fokus pada pengobatan, Puskesmas Pancur terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Seluruh perangkat desa, mulai dari pemerintah desa, BPD, kepala dusun, RT, RW hingga masyarakat diajak bergotong royong membersihkan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Herli menambahkan, penerapan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang berpotensi menampung air, menjadi salah satu langkah efektif dalam mencegah malaria maupun Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mengendalikan penyebaran malaria secara menyeluruh di Desa Sekanah.
Warga juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan lemas agar dapat segera memperoleh penanganan medis.

