Lingga — Wujudkan transparansi terhadap pengelolaan anggaran pembangunan di Desa Musai, Pemerintah Desanya rutin melaksanakan rapat bersama warga masyarakat.

Pantauan awak media harianmemokepri.com, Rabu (14/21) malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Terlihat warga masyarakat Desa Musai, ramai berkumpul di Balai Pertemuan yang berada di Dusun l Desa Musai, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut keterangan Kepala Desa Musai H. Syafri Sidek saat dikonfirmasi awak media harianmemokepri.com mengatakan, berkumpulnya warga tersebut dalam rangka untuk mengikuti kegiatan rutin Rapat Pra Pelaksanaan Pembangunan serta Pembagian Kelompok Kerja Sistem Kerja Padat Karya Tunai.

“Kami pemerintah Desa Musai memang setiap tahunnya melaksanakan rapat seperti ini, yang dalam rapat ini semata-mata untuk memberikan keterangan kepada warga masyarakat seperti, berapa jumlah anggaran, berapa upah untuk tukang, semuanya kami sampaikan,” kata Kepala Desa.

Sementara itu, terkait kegiatan rapat yang harus di laksanakan pada malam hari, H. Syafri Sidek mengatakan, mengingat warganya yang pada siang hari melakukan ibadah puasa, agar tidak mengganggu aktifitas ibadah maka rapat tetap di laksanakan meskipun pada waktu malam, setelah selesai melaksanakan sholat isya’ dan tarawih.

Warga Masyarakat Desa Musai, Rapat Pra Pelaksanaan Pembangunan Sistem Kerja Padat Karya Tunai.

Lebih lanjut, H. Syafri Sidek juga menjelaskan, membentuk kegiatan rapat seperti ini sebagai bentuk upaya untuk saling memberi manfaat, seperti Pemerintah desa memberi manfaat kepada masyarakat, dan dari masyarakat mendistribusikan kekompakan mereka dalam bekerja untuk mengembangkan serta memajukan desa.

“Jadi dari Dana Desa ini, yang kerja juga masyarakat Desa Musai, sekaligus bermanfaat juga untuk desa, contohnya seperti pembangunan jalan gang yang baru-baru ini kami laksanakan, jadi sebelum bekerja kami tetap melaksanakan rapat, 10 kali kegiatan pembangunan, maka 10 kali juga kami mengadakan rapat,”

“Di samping adanya papan informasi, masyarakat juga mengetahui lansung saat dalam rapat, berapa jumlah semua anggaran setiap kali desa melakukan kegiatan pembangunan,”

“Dengan harapan, warga masyarakat pun senantiasa bersemangat, dan tidak kerja asal-asalan,” pungkas H. Syafri Sidek.