“Pengembangan budidaya lobster saat ini masih tahap modeling. Kami akan mendukung dari sisi penataan ruang dan kebijakan agar aktivitas ini bisa berkembang berkelanjutan,” jelas Said.

Ia juga menyoroti peluang pasar internasional, khususnya dengan kebijakan baru dari Tiongkok yang hanya mengenakan bea impor 3 persen untuk bahan mentah dan 35 persen untuk bahan setengah jadi — peluang besar bagi Kepri untuk memperluas ekspor hasil laut olahan.

Kolaborasi antara Pemprov Kepri dan KTNA

Adapun audiensi antara Wagub Nyanyang dan Pengurus KTNA Kepri ini menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan KTNA dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh wilayah Kepri.

Perwakilan KTNA menyampaikan sejumlah hal penting, di antaranya rencana partisipasi KTNA Kepri dalam Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan 2025 di Gorontalo yang akan digelar selama tujuh hingga sepuluh hari pada bulan Juni mendatang.

Selain itu, KTNA menegaskan peran strategisnya sebagai organisasi yang selama ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Dalam bidang ketahanan pangan, KTNA menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk MoU bersama Polda Kepri terkait program Masyarakat Bebas Gizi Buruk (MBG). Program tersebut secara rutin mendistribusikan ikan lele hingga satu ton per minggu dan jagung sebanyak 50 ton per bulan. (adv)