ā€œKami berharap keunggulan ini bisa menarik wisatawan luar negeri,ā€ tambahnya.

Dalam kunjungannya, ia mengaku terkesan dengan sejumlah situs bersejarah di Pulau Penyengat, seperti Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Balai Adat, hingga lokasi direncanakan menjadi titik pembangunan monumen.

ā€œKalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Ini bisa jadi magnet tersendiri,ā€ tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memastikan proyek tersebut segera memasuki tahap awal pembangunan.

ā€œKita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni sudah mulai berjalan,ā€ ungkap Ansar.

Ia menilai, kehadiran museum dan monumen ini akan memberikan efek domino terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah, khususnya di Tanjungpinang.

ā€œDengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tentu akan berdampak pada perputaran ekonomi, khususnya di Pulau Penyengat,ā€ tutupnya.

Jika terealisasi sesuai rencana, Pulau Penyengat tidak hanya akan menjadi simbol sejarah Melayu, tetapi juga pintu baru wisata budaya Indonesia di mata dunia.