Kepulauan Riau

Tenaga Keberhasilan Kota Tanjungpinang Dapat Tambahan Insentif Menjadi Rp1,8 Per Bulan

34
×

Tenaga Keberhasilan Kota Tanjungpinang Dapat Tambahan Insentif Menjadi Rp1,8 Per Bulan

Sebarkan artikel ini
Kepala DLH Tanjungpinang Riono ketika di temui dalam penyerahan bantuan cadangan pangan di Kantor Lurah Tanjung Unggat

HARIANMEMOKEPRI.COM — Tenaga Kebersihan Kota Tanjungpinang mendapatkan insentif tambahan dari Pemerintah sebesar Rp300 ribu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tambahan insentif kepada Tenaga Kebersihan Kota Tanjungpinang ini dari Rp1,5 juta menjadi Rp1,8 juta per bulannya.

Baca Juga: Pj Walikota Tanjungpinang Hasan Surati Pertamina Terkait Sumur Warga Tercemar BBM

BACA JUGA  Temui Direktur IPEK Bappenas Dirjen PPI Kemenkominfo, Hasan Bahas Tindak Lanjut DAK Dan Revitalisasi Penyengat

Penyerahan tambahan insentif bagi Tenaga Kebersihan Kota Tanjungpinang tersebut di sela sela penyaluran Cadangan Bantuan Pangan

Serta disejalankan penyerahan susu serta vitamin bagi anak-anak stunting dan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga: 423 DCT Telah Di Umumkan KPU Tanjungpinang, Keterwakilan Perempuan Capai 37,8 Persen

“Karena APBD P kita sudah bisa jalan jadi kita serahkan insentif petugas kebersihan sebesar penambahan Rp300 ribu. Selain itu juga kita serahkan beberapa untuk program menurunkan angka stunting untuk ibu hamil dan balita,” jelas Pj Walikota Tanjungpinang Hasan di Kelurahan Tanjung Unggat, Sabtu (4/2023).

BACA JUGA  Rapat Terbatas Pengentasan Kemiskinan, Pj Walikota Tanjungpinang Instruksikan OPD Susun Program Tepat Sasaran

Baca Juga: Temuan Pengguna Kartu Brizzi Tidak Sesuai Dengan Plat Kendaraan, Hasan Akan Tindak Lanjut Bersama Pertamina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kepulauan Riau

Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil dan mendukung kepentingan masyarakat. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau telah menerapkan pendekatan yang humanis dan partisipatif sebagai prioritas utama. Masyarakat adat di Pulau Penyengat adalah bagian integral dari komunitas di Provinsi Kepulauan Riau yang kaya akan nilai budaya dan tradisi.