HARIANMEMOKEPRI.COM — Polda Kepri menggelar apel untuk Operasi Keselamatan Seligi 2023 di lapangan Polda Kepri, Selasa (7/2023) pagi.

Dalam operasi tersebut jajaran Polda Kepri menerjunkan sebanyak 369 personel yang tersebar di masing-masing Polres dan Polresta di wilayah Kepri.

Operasi ini dilaksanakan selama dua pekan, dari 7 hingga 20 Februari 2023 dengan sasaran prioritas pelanggaran pengguna handphone saat berkendara.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto Hadiri Haul Akbar ke 13 Majelis Zikir Al Khidmah Kota Batam

Juga melawan arus, berboncengan lebih satu orang, pengemudi di bawah umur, pengendara yang terpengaruh dan konsumsi alkhohol dan pengemudi melebihi batas kecepatan.

“Hari ini adalah operasi keselamatan seligi 2023, fokusnya adalah keselamatan berlalu lintas, operasi ini akan dilaksanakan sampai tanggal 20 Februari ke depan,” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun, Selasa (7/2023).

Kapolda menekankan operasi keselamatan seligi ini difokuskan ke pengguna jalan agar selalu tertib lancar berlalu lintas, sehingga tidak menimbulkan masalah ataupun kecelakaan, pelanggaran, ketidak nyamanan di lalu lintas.

Baca Juga: 60 Orang Warga NU Menginap di GPIB Selama Menghadiri Acara 1 Abad Nadlatul Ulama di Sidoarjo

“Karena bagaimanapun lalu lintas ini adalah pergerakkann masyarakat dan barang pada umumnya sehingga semua aspek kehidupan apa saja bisa berjalan dengan baik di wilayah kita ini,” ujarnya.

Polda Kepri dalam operasi ini memfokuskan ke pencegahan dan edukasi, tidak ingin ada penindakan yang diharapkan kesadaran bersama pengguna jalan.

“Namun untuk penindakan yang barang kali fatal, kita beri teguran. Tapi untuk wilayah yang sudah diterapkan ETLE maka akan di tindak tetapi tetap mengedepankan preventif dan edukasi,” ujar Kapolda.

Baca Juga: Sebentar Lagi Puasa, Es Cendol Bakalan Jadi Salah Satu Alternatif Berbuka, Ini Tempatnya yang Enak di Batam

Lebih lanjut, operasi keselamatan seligi 2023 juga difokuskan terutama ke pengguna sepeda motor. Sebab ketika berkendara menggunakan handphone, maka keseimbangan jauh akan berkurang dan tentu sangat membahayakan.

“Tidak menggunakan handphone saja, terkadang situasi lingkungan lalu lintas jalan itu bisa membuat kita tidak seimbang termasuk berbahaya juga bagi pengendara roda empat,” ujarnya.

Oleh karena itu maka, pengguna handphone inilah yang saat berkendara menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas yang fatal karena tidak memiliki keseimbangan dan tidak memiliki fokus terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.

“Bukan saja dia sebagai korban, tapi pemakai lain yang ada di sekitarnya yang jadi korban,” tutupnya.***