“Kita telah mengusulkan beberapa proyek revitalisasi ke pemerintah pusat, seperti rehabilitasi Balai Adat, kelanjutan pembangunan jalan, drainase, dan air bersih, serta pembangunan Monumen Bahasa Nasional. Kita berharap proyek-proyek ini dapat segera terealisasi di tahun 2024 ini,” ucap Ansar di Masjid Raya Sultan Riau.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan bahwa Pulau Penyengat tidak hanya penting bagi Kepri, tapi juga bagi Indonesia, karena pulau ini merupakan tempat lahirnya Bahasa Indonesia.

Ia berharap pulau Penyengat dapat menjadi salah satu warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO. Untuk itu dirinya berupaya melestarikan sejarah dan nilai budaya di Pulau Penyengat agar bisa mempromosikan kepada dunia.

“Kita ingin pulau Penyengat menjadi salah satu magnet wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tutur Gubernur Ansar.