Lingga – Kegiatan sanitasi yang sedang dilaksanakan di Desa Mepar pada saat ini, sebagian warga menolak karena sebelumnya pernah di bangun namun tidak memberikan manfaat yang maksimal.

Salah satu warga masyarakat Desa Mepar  mengatakan, sekitar sembilan tahun yang lalu sudah pernah dilakukan pembangunan Sanitasi oleh PU Provinsi, namun pembangunan tersebut sempat menjadi konflik karena terlalu dekat dengan lingkungan warga.

“Warga sibuk karena berbau busuk, dan juga pertangki komunal itu tidak sesuai untuk menampung pembuangan yang jumlahnya melebihi kapasitas,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa, (29/21)

Lebih lanjut warga tersebut juga mengatakan, pembangunan sanitasi yang baru 10 persen pengerjaannya saat ini, juga menjadi pro dan kontra, karena ada sebagian masyarakat yang tidak menyetujui adanya kegiatan sanitasi dengan alasan yang sama.

“Ibaratnya warga masih trauma lah dengan pelaksanaan pembangunan yang dulu, sampai-sampai pernah menjadi perbincangan para nelayan disini, bahwa kalau pas mau turun kelaut selalu tercium bau busuk,” lanjutnya.

Warga tersebut berharap, dengan kegiatan kali ini tidak lagi mengecewakan warga, khususnya mayoritas Nelayan yang ada di Desa Mepar, selain sebagai fasilitas Sanitasi yang bermanfaat dengan baik, juga menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas sanitasi ini, tidak ada yang namanya Stunting di Desa Mepar, dan apa di butuhkan warga masyarakat juga benar-benar bermanfaat dan bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.