Harian Memo Kepri | Tanjungpinang – Para penyair dan sastrawan dari seluruh Indonesia serta Malaysia dan Singapura, hadir memenuhi halaman Gedung Daerah tepi laut Tanjungpinang, Senin (28/10).
Kedatangan para sastrawan ini dalam rangka mengikuti Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 yang diselenggarakan selama lima hari, para peserta yang hadir sekitar 150 orang.
Ketua panitia penyelenggara Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi menyatakan bahwa acara ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan.
Oleh karena itu pada tahun ini kami mengangkat tema “Saudara Sakti Rantau Betuah” yang maknanya kawasan maritim dan kawasan-kawasan lain yang ada di sekitarnya menerima kemakmurannya.
“Festival ini diharapkan akan menjadi kegiatan festival setiap tahun, tahun depan akan di buat buku novel yang berlatar belakang sejarah,” katanya.
Sementara itu Plt Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H Isdianto S. Sos M.M dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 menyatakan satu-satunya cara untuk mengenalkan kota Tanjungpinang kepada wisatawan yaitu dengan cara pariwisata harus dikembangkan dan di kemas secara baik.
“Berbicara pariwisata, sastra ini juga termasuk di dalamnya oleh karna itu dengan adanya acara festival ini di harapkan bisa memberikan kenangan yang indah kepada para peserta serta nantinya bisa di ceritakan kepada saudara,handai tolan ataupun kerabatnya,” ucap Isdianto.
Dilanjutkan dengan penyerahan trofi anugerah jembia emas 2019 oleh pembina yayasan jembia emas datuk seri lela budaya Rida K liamsi di dampingi oleh Plt Gubernur Provinsi Kepulauan Riau kepada sastrawan abdul kadir Ibrahim.
Penulis | Indrapriyadi









