“Anak yang mengalami stunting akan memiliki produktivitas rendah dan berisiko terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Oleh karena itu, peran Ayah dan Bunda Genre sangat penting untuk memperkuat gerakan bersama ini,” ujarnya.

Ansar menargetkan angka stunting di Kepulauan Riau dapat ditekan dari 15 persen menjadi satu digit pada tahun 2026.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara BKKBN, TP PKK di seluruh tingkatan, dan berbagai instansi lainnya yang selama ini aktif berkontribusi dalam upaya pembangunan keluarga di Kepri.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan selempang dan penyerahan piagam penghargaan kepada Lis dan Weni.

Keduanya dinilai aktif mendorong program kepemudaan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) serta Forum Genre di Kota Tanjungpinang.

“Kami akan terus memberikan pembinaan, ruang, dan fasilitas bagi generasi Genre di Tanjungpinang. Sebagai wilayah perkotaan, peran Genre harus lebih ditingkatkan dan tampil lebih aktif,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat peran keluarga. Ia menyebutkan, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan terus dilakukan untuk mendukung pembinaan keluarga.