HARIANMEMOKEPRI.COM — Komisi IV DPRD Kepri meninjau lokasi sterilisasi Produk untuk UMKM di Kawasan Industrial Estate Tunas 2 Batam Center, Senin (17/2023)
Hj Dewi Kumalasari Ansar Ketua Komisi IV DPRD Kepri dan juga sebagai Ketua Dekranasda tersebut bersama rombongan usai menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Natuna langsung bergegas ke Batam.
Setibanya di Batam, Ketua Komisi IV DPRD Kepri langsung disuguhi berbagai makanan dan minuman yang sudah disterilisasi selama masa percobaan 7 hari.
Baca Juga: Untuk Penataan Kawasan Akau Potong Lembu Pemko Tanjungpinang Anggarkan Rp3,6 Miliar
Berbagai makanan dan minuman yang disuguhi seperti Ikan Asam Pedas, Rawon, Nasi Goreng dan Teh Tarik. Dewi Ansar pun menikmati makanan tersebut karena produk tersebut tidak memakai bahan pengawet dan hasil sterilisasi tidak mengubah rasa dan teksturnya.
“Saya sangat senang karena ini adalah suatu inovasi yang meningkatkan nilai tambah dari daya saing produk unggulan Provinsi Kepri,” ujar Dewi Ansar sapaannya di kutip HarianMemoKepri.com dari rilis Diskominfo Pemprov Kepri tanggal 16 Januari 2023
Sekedar informasi, nantinya di gedung sterilisasi ini direncanakan akan dijadikan destinasi industri seperti kunjungan edukasi, magang dan bekerjasama dengan banyak pihak untuk bisa sekaligus mensosialisasikan dan mengedukasikan produk unggulan Provinsi Kepri khususnya makanan dan minuman kuliner berbahan baku laut yang berorientasi ekspor yang diproduksi tanpa bahan pengawet dalam kemasan kaleng dan pouch yang bisa bertahan di atas 2 tahun.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Alokasikan Rp22 Miliar untuk Pendidikan di Kabupaten Natuna
Setelah menjajal hasil produk sterilisasi, Dewi Ansar langsung diajak melihat langsung tahapan demi tahapan tentang proses sterilisasi. Ia berharap mudah-mudahan dengan adanya Sterilisasi ini para UMKM dapat lebih semangat lagi dalam memproduksi produk-produk unggulan Provinsi Kepri.
“Insyaallah dengan adanya strelisasi produk ini UMKM Kepri bisa naik kelas dan mudah-mudahan dengan strelisasi produk ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kepri,” lanjutnya.
Dirinya juga menjelaskan lebih lanjut bahwa lebih dari 90% pelaku usaha pangan ialah UMKM. Sementara pangan itu adalah industri unggulan Indonesia untuk merespon kebutuhan masyarakat baik dalam maupun untuk potensi ekspor.
Baca Juga: Ansar Marlin Proaktif lahirkan Berbagai Program Bagi Masyarakat Kepri
“Karena itu, Dekranasda Kepri bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri sudah menggulirkan program lintas sektor terpadu UMKM seperti sterilisasi produk ini,” tutur Dewi Ansar
Dewi Ansar mengatakan salah satu kesulitan dari pelaku usaha UMKM di Kepri ialah mengadakan sendiri teknologi untuk sterilisasi komersil di dalam kaleng terutama pangan-pangan yang sifatnya spesifik lokal komersil seperti Ikan Asam Pedas dan Rawon.
“Tidak semua pelaku usaha mempunyai kemampuan teknologi, belum lagi terbatasnya investasi. Pemerintah dalam hal ini harus mempunyai keberpihakan untuk mendorong UMKM pangan ini agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan komitmen dalam menjamin keamanan dan mutu produk yang dihasilkan agar bisa diekspor,” pungkasnya.

