Baca Juga: Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Alokasikan Rp22 Miliar untuk Pendidikan di Kabupaten Natuna
Setelah menjajal hasil produk sterilisasi, Dewi Ansar langsung diajak melihat langsung tahapan demi tahapan tentang proses sterilisasi. Ia berharap mudah-mudahan dengan adanya Sterilisasi ini para UMKM dapat lebih semangat lagi dalam memproduksi produk-produk unggulan Provinsi Kepri.
“Insyaallah dengan adanya strelisasi produk ini UMKM Kepri bisa naik kelas dan mudah-mudahan dengan strelisasi produk ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kepri,” lanjutnya.
Dirinya juga menjelaskan lebih lanjut bahwa lebih dari 90% pelaku usaha pangan ialah UMKM. Sementara pangan itu adalah industri unggulan Indonesia untuk merespon kebutuhan masyarakat baik dalam maupun untuk potensi ekspor.
Baca Juga: Ansar Marlin Proaktif lahirkan Berbagai Program Bagi Masyarakat Kepri
“Karena itu, Dekranasda Kepri bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri sudah menggulirkan program lintas sektor terpadu UMKM seperti sterilisasi produk ini,” tutur Dewi Ansar
Dewi Ansar mengatakan salah satu kesulitan dari pelaku usaha UMKM di Kepri ialah mengadakan sendiri teknologi untuk sterilisasi komersil di dalam kaleng terutama pangan-pangan yang sifatnya spesifik lokal komersil seperti Ikan Asam Pedas dan Rawon.
“Tidak semua pelaku usaha mempunyai kemampuan teknologi, belum lagi terbatasnya investasi. Pemerintah dalam hal ini harus mempunyai keberpihakan untuk mendorong UMKM pangan ini agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan komitmen dalam menjamin keamanan dan mutu produk yang dihasilkan agar bisa diekspor,” pungkasnya.

