HARIANMEMOKEPRI.COM – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga menggelar kegiatan Penerangan Hukum di Aula Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (22/10/2025).

Acara ini mengusung tema Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai bagian dari program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum).

Kasi Penerangan Hukum Kejati Kepri, Yusnar Yusuf, menjadi narasumber utama, menyampaikan pentingnya membangun integritas dan moralitas dalam upaya memberantas korupsi.

“Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merugikan keuangan negara dan menghancurkan kepercayaan publik. Karena itu, penanganannya juga harus luar biasa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Kejaksaan memiliki peran strategis sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 jo. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021, meliputi penyidikan, penuntutan, hingga tindakan pencegahan korupsi.

Berdasarkan data Kejaksaan RI, sepanjang 2024 telah ditangani 2.316 perkara korupsi dan pencucian uang dengan total penyelamatan keuangan negara sebesar Rp44,13 triliun.

Namun, tantangan masih besar. Transparency International mencatat, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2024 turun menjadi 37 poin di peringkat 99 dunia.

“Pencegahan, penegakan, dan partisipasi publik adalah kunci. Semua pihak harus bersatu melawan korupsi,” kata Yusnar.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Intelijen Kejari Lingga Adimas Haryosetyo, memaparkan materi tentang Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Program tersebut bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa berbasis gotong royong sekaligus menanamkan semangat nasionalisme.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rakyat sekaligus pencegahan penyimpangan dana desa,” jelas Adimas.

Kegiatan penerangan hukum ini diikuti sekitar 70 peserta, terdiri dari aparat kecamatan, lurah, kepala desa, LPM, Forum RT/RW, serta tokoh masyarakat Singkep.

“Melalui edukasi hukum dan penguatan ekonomi masyarakat, kami ingin membangun Lingga yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tutup Yusnar.