Harianmemokepri.com | Anambas — Pandemi Covid-19 yang belum juga selesai mengakibatkan turunnya perekonomian semua kalangan. Hal itu dirasakan oleh pedagang gorengan bernama Haris, mengakui hampir 50 persen pendapatan jualan menurun.
Semenjak Pandemi Covid-19, “hasil penjualan saya menurun bang, hampir 50 persen penurunannya,” ucapnya kepada harianmemokepri.com, Selasa (08/2020).
Haris yang setiap hari berjualan gorengan di depan Pasar Inpres Tarempa Jalan Hangtuah, dibantu oleh istri dan anaknya dari siang hingga malam hari, “kami buka dari jam 1 siang hingga jam 8 malam. namun semejak Virus Corona, kami tutupnya tengah malam bang, lantaran gorengan kami belum habis dijual,” ungkapnya.
Lanjut Haris mengatakan, “saya sudah hampir 2 tahun berjualan gorengan bang, di tahun ini saya betul-betul merasakan hasil penjualan gorengan saya jauh berkurang pada tahun sebelumnya,” tuturnya.
Istri dan Anak dari Haris saat Membantu Berjualan Gorengan (Foto | Pinni/Harianmemokepri.com)
Menurunnya pembeli, Haris yang memiliki 4 orang anak itu, mengurangi stok penjualannya, hal itu dilakukan agar dagangannya habis sebelum tengah malam.
Haris orang asli tempatan daerah Anambas (Tarempa) berharap semoga Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) tidak ada yang tertular khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas yang masih berstatuskan zona hijau.
Terakhir Haris mengatakan meski menurunnya pendapatan ia tetap optimis berjualan untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. “Iya bang, meski begitu saya tetap berjualan, karna anak-anak saya masih ada yang sekolah. Dari pendapatan ini lah, saya menyekolahkan mereka,” ucapnya.
Pantauan Harianmemokepri.com, Haris berjualan beraneka gorengan yaitu pisang goreng, tempe goreng, tahu goreng, bakwan goreng dan resoles.

