“Meski menghadapi berbagai tantangan seperti beban ganda, stigma, keterbatasan akses, serta kekerasan berbasis gender, perempuan terus menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan daya juang yang tinggi,” jelasnya.

Tahun 2025, peringatan Hari Ibu mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema ini menegaskan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga motor utama perubahan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi keluarga, pelestarian budaya, kepemimpinan komunitas, hingga inovasi dan teknologi.

Peringatan Hari Ibu ke-97 juga menjadi ruang refleksi dan apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia tanpa memandang latar belakang profesi, budaya, maupun wilayah.

Perempuan dari berbagai sektor UMKM, pertanian, kesehatan, pendidikan, pemerintahan, politik, hingga seni dan teknologi telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Amanat tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kebijakan dan regulasi, di antaranya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), implementasi CEDAW, serta pengarusutamaan gender dalam seluruh sektor pembangunan.

Mengakhiri amanatnya, Kajati Kepri mengajak seluruh elemen bangsa pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, organisasi perempuan, dunia pendidikan, dan media untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.