Kemudian pada kesempatan ini, Gubernur Ansar memperkenalkan beberapa program pemerintah provinsi yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Mengingat masa sulit akibat pandemi COVID-19, Gubernur Ansar mengingatkan bahwa pada saat itu, pertumbuhan ekonomi Kepri sempat terkontraksi sebesar 3,83 persen.
“Namun, dengan kerja keras semua pihak, Kepri berhasil meraih predikat sebagai provinsi dengan penanganan COVID-19 terbaik di wilayah barat Indonesia, memulai pemulihan ekonomi dan pembangunan di tujuh kabupaten dan kota,” ucapnya.
Selanjutnya, Gubernur Ansar memaparkan berbagai capaian pembangunan selama 3 tahun ia memimpin Kepri, mulai dari masa-masa sulit akibat badai ekonomi, kemudian bangkit dari keterpurukan, hingga perlahan-lahan pembangunan dapat ditumbuhkan kembali, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, infrastruktur, pariwisata dan lainnya.
“Dengan bangkitnya berbagai bidang tersebut pertumbuhan ekonomi Kepri naik sebesar 5,2% tertinggi di Sumatera. Hal ini menunjukkan perkembangan ekonomi Kepri yang semakin maju dan berdaya saing setelah kita terpukul oleh pandemi Covid-19,” ujarnya.
Gubernur Ansar juga memaparkan berbagai program unggulan yang telah dilakukan pemerintah provinsi Kepri untuk kesejahteraan masyarakat selama masa kepemimpinannya.
Salah satunya adalah bantuan BPJS bagi lebih dari 46 ribu rumah tangga nelayan, sebagai bentuk perlindungan terhadap nelayan dan keluarga mereka dari risiko kecelakaan kerja. Program ini telah berjalan selama 2 tahun, dan akan dipertimbangkan untuk diperluas agar juga mencakup pekerja rentan lainnya seperti ojek dan sebagainya.

