HARIANMEMOKEPRI.COM — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memboyong pesawat N219 terbang ke Kepulauan Riau dalam rangka kegiatan Pesawat N219 Market Survey Flight.
Kepulauan Riau sebagai wilayah yang terdiri atas lebih dari 1,000 pulau membutuhkan penguatan dalam konektivitas antar pulau khususnya melalui transportasi udara.
Pesawat N219 yang diproduksi dalam negeri ini bisa menjadi pilihan sebagai wahana transportasi udara yang akan mendukung program transformasi ekonomi di Kepulauan Riau.
Baca Juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Sambut Kedatangan Menteri Hukum dan HAM RI di Bandara RHF Tanjungpinang
Gubernur Kepri Ansar Ahmad berkesempatan langsung menjajal langsung Pesawat N219 yang merupakan hasil karya anak bangsa di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Sabtu (17/2023).
“Pesawat N219 ini sangat cocok untuk menjadi opsi transportasi masyarakat Kepri, karena selama ini kita lebih banyak mengandalkan transportasi laut. Setelah ini kita akan langsung bahas untuk opsi pembelian pesawat ini, apakah dengan bersama-sama tujuh kabupaten kota atau soal operasionalnya” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad usai mencoba naik langsung Pesawat N219.
Pesawat N219 dikembangkan secara khusus untuk dapat mendukung pembangunan konektivitas dan aksesibilitas daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan) dengan kemampuan Short Take Off Landing di landasan yang panjangnya kurang dari 800 meter dan tidak beraspal.
Dalam pemanfaatannya, Pesawat N219 dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun medical evacuation dan flying doctor.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga mengapresiasi Kementerian PPN/Bappenas yang telah memilih Provinsi Kepri untuk dijadikan sebagai pilot project penggunaan pesawat N219.
Baca Juga: Dandim 0315 Tanjungpinang Raih Juara Pertama Pada Lomba Menembak Kategori Exhibition
Bappenas bersama tim terkait telah menyusun bisnis model melalui sinergi ekosistem dengan melibatkan Pemerintah Daerah termasuk BUMD-nya, Aircraft Operator Company (AOC), perusahaan leasing dalam negeri dan PTDI sendiri, tentunya dengan dukungan Pemerintah Pusat, agar komersialisasi pesawat N219 di Kepulauan Riau segera terwujud.
“Setelah kemarin Bappenas membuat road map ekonomi untuk Kepri, sekarang kita juga dijadikan pilot project untuk pesawat N219. Itu yang kita apresiasi karena Bappenas begitu serius untuk pembangunan Kepri,”terang Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan.
Sementara itu, Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Moh Arif Faisal menyebutkan kegiatan Pesawat N219 Market Survey Flight merupakan salah satu upaya PT Dirgantara Indonesia dalam melakukan proses komersialisasi Pesawat N219 di dalam negeri,
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara 77, Polres Bintan Gelar Lomba Menembak Bersama TNI Polri dan FKPD
Hal ini tentunya juga dapat mendukung program transformasi ekonomi di Kepri, khususnya dalam peningkatan konektivitas wilayah, serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Ini juga bagian dari komitmen kami untuk terus mengembangkan dan menghadirkan produk-produk yang inovatif, efisien dan handal untuk memperkuat ekosistem Defend ID,” kata Moh Arif Faisal.
Pesawat N219 memiliki berbagai macam keunggulan dibanding pesawat sekelasnya, diantaranya: Cabin yang luas untuk menjamin kenyamanan penumpang. Dilengkapi dengan Full Glass Cockpit untuk membantu mengurangi beban kerja pilot Wide Side Door untuk memudahkan proses loading/unloading kargo.
Saat ini, PT Dirgantara Indonesia juga sedang mengembangkan Pesawat N219 versi amphibious yang dapat lepas landas di permukaan air, sehingga diharapkan dengan inovasi transportasi udara tersebut di masa mendatang terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut di beberapa wilayah Indonesia dengan cepat menggunakan Pesawat N219 amphibious.

