HarianMemoKepri.com, Hukrim – Jika ada pengantin baru sehari menikah sudah bubar, ya pasti pasangan Anwari-Amini dari Surabaya. Mereka baru nikah sehari, tapi suami langsung ajak cerai. Soalnya, di malam pertama Amini (25 nama samaran-red), terlalu liar dan tak lazim. Anwari, (30 nama samaran-red), yang terlalu lugu, merasa jijik dengan eksperimen itu. Langsung mengajak bercerai saja.

Rumahtangga di era gombalisasi sekarang ini, banyak yang berguru pada internet. Sampai-sampai soal hubungan intim suami istri, banyak pula yang belajar dari jagad maya. Maka sekarang ini banyak generasi yang masak muda. Usia baru belasan tahun tapi sudah pakar dalam urusan begituan. Tapi ada pula generasi muda yang terlalu lugu, seakan suci dari sentuhan ilmu-ilmu di jagad maya.

Sebagai anak muda jaman now, Amini memang tidak pernah lepas dari HP smartpone-nya. Seakan nyawa keduanya. Dompet ketinggalan di rumah, takkan balik untuk mengambil. Tapi jika HP yang ketinggalan, pasti segera balik bakul mengambilnya. Sebab bagi Amini, tak bisa hidup tanpa twiter, WA dan aplikasi-aplikasi lain di jagad medsos.

Sepanjang kuota pulsanya masih cukup, dia selalu nge-WA dan FB-an, termasuk nonton film Bokep ala Jepang-Barat. Karena kebanyakan film-film seronok itu, dia menjadi pakar soal begituan, melebihi dr Dian Nugroho atau dr. Pangkahila di Bali. Atau pun dr. Boyke yang tersohor itu.

Belum lama ini dia ketemu cowok muda nan bonavid. Karena usia baru 30-an tapi Anwari sudah jadi anggota HIPMI (pengusaha muda). Rupanya lelaki itu tertarik pada Amini. Setelah berkomunikasi barang beberapa minggu, Anwari langsung mengajaknya nikah. “Saya mau cari istri, bukan cari pacar.” Begitu alasan sang pengusaha muda.

Calon mertua cap apapun, pasti senang punya mantu macam Anwari. Di samping kariernya cemerlang, dia juga sangat santun dan seiman. Maka permintaan Anwari untuk menikah segera, diladeni saja. Alhasil, hanya kenal sebulan langsung naik ring. Bisa begitu cepat karena resepsi di rumah saja, bukan di gedung pertemuan nan megah.

Seperti lazimnya pengantin baru, malam pertama selalu menjadi target utama. Begitu pesta usai, malamnya pasti serangan umum non 1 Maret 1949 terjadilah. Pokoknya seru sekali, PBB pun tak berani campur tangan. Amini selaku pengantin wanita dibombardir dengan peluru dua belas komah tujuh, yang ditembakan lewat pesawat Cocor Merah.

Puas dan bahagiakah Anwari sebagai suami. Ternyata tidak, justru malam itu dia tak mampu melakukan serangan ke daerah musuh. Soalnya Amini permintaannya aneh-aneh, yang bagi Anwari sangatlah asing. Sebagai manusia yang berbudaya dan beragama, itu tidak patut dilakukan. Anwari tak siap dengan cara demikian.

Rupanya permintaan Amini aneh-aneh karena diilhami adegan-adegan yang diperolehnya di jagad maya. Bagi dia, namanya suami istri tak perlu malu-malu lagi.

Anwari yang tak pernah menerima pencerahan seperti itu, jadi risih dan jengah. Dia menilai perilaku Amini sudah seperti binatang. Saking tak tahannya jika terus berlanjut dalam rumahtangganya, dia bermaksud menceraikan Amini. Ternyata Amini juga tak berkeberatan, karena dia juga menyesal punya suami berwawasan jadul. (Red/GunarsoTS)