HARIANMEMOKEPRI.COM — Richard Eliezer yang merupakan narapidana kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat menceritakan momen terberat baginya selama proses persidangan berlangsung.
Menurut Richard Eliezer ada dua moment yang dirasa berat ketika dirinya menjalani proses persidangan yang begitu lama dan menyita perhatian publik.
Bukan ketika dirinya bertemu kembali dengan Ferdy Sambo tetapi ketika harus berhadapan langsung dengan orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Menghadapi langsung orang tua dari korban pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ketika proses persidangan hal itu membuat Richard Eliezer merasa sangat bersalah.
Rasa bersalah dan permohon saja memang dirasa Richard Eliezer tidak cukup untuk keluarga besar Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terutama orang tuanya,
“Saya berharap saya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan yang saya lakukan. Saya berusaha menebus kesalahan saya dengan berkata jujur” ucapnya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











