HARIANMEMOKEPRI.COM – Perum Bulog Cabang Tanjungpinang memastikan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan saat ini terdapat sekitar 600 ton stok beras dikelola Bulog di Tanjungpinang.
Selain itu, sebanyak 3.000 ton beras lainnya sedang dalam perjalanan dan akan masuk secara bertahap.
“Untuk MinyaKita, alhamdulillah ada PO per minggu masuk sekitar 50 ribu liter. Jadi estimasi kita untuk ketahanan stok menjelang akhir tahun terpenuhi,” ujar Arief, Kamis (22/10/2026).
Selain memenuhi kebutuhan di Tanjungpinang, Bulog juga mengirimkan stok Cadangan Beras Pemerintah ke sejumlah wilayah kepulauan, yakni Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.
Beras yang dikirim menggunakan kemasan polos Bulog tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di masing-masing wilayah.
Menurut Arief, pemanfaatan beras tersebut nantinya menyesuaikan kebutuhan dan kebijakan pemerintah daerah, baik untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun kebutuhan pangan lainnya.
“Nanti peruntukannya tergantung masing-masing pemerintah, baik itu beras SPHP atau kebutuhan pangan,” jelasnya.
Arief menambahkan, memasuki Oktober 2026, Bulog telah mengantisipasi kebutuhan stok beras, terutama untuk wilayah pulau terluar di Kepulauan Riau.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi hingga awal Januari 2027.
“Stok yang kita kirimkan bisa menjaga kondisi sampai dengan awal Januari untuk kebutuhan masing-masing wilayah dan sesuai dengan penugasan pemerintah,” ungkapnya.
Terkait jumlah pengiriman, Arief menyebutkan volume beras yang disalurkan ke setiap gudang berbeda-beda.
Penentuan jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas gudang, kebutuhan penyaluran, serta kemampuan angkut kapal.
“Masing-masing gudang kita kirimkan 500 ton secara bertahap sesuai kapasitas kapal,” pungkasnya.

