HARIANMEMOKEPRI.COM — Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada kunjungan kerjanya selama dua hari di Kabupaten Bintan salah satunya yaitu meninjau Posyandu Kasih Ibu II yang berlokasi di Desa Ekang Anculai Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, Kamis (08/2023).
Diketahui bahwa lokasi Desa Ekang Anculai Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan ini merupakan wilayah Kodim 0315 Tanjungpinang, namun kehadiran Wakil Presiden Ma’ruf Amin tersebut tampak disambut antusias oleh masyarakat sekitar.
Baca Juga: Wakil Presiden Ma’ruf Amin Berkunjung Ke Pulau Penyengat Usai Kegiatan di Kabupaten Bintan
Dalam kunjungannya Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan didampingi istri Wury Ma’ruf Amin, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan istri Hj Dewi Kumalasari Ansar meninjau kondisi, kelengkapan dan fasilitas serta balita dan anak-anak yang berada di Posyandu Kasih Ibu II wilayah Kodim 0315 Tanjungpinang.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya menekankan penurunan stunting di Kepri. Melihat kondisi perkembangan angka stunting di Provinsi Kepri saat ini, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyambut baik posisi dan perkembangan angka stunting di Kepri yang relatif menurun.
“Tahun 2022 Kepri di posisi 15,4 persen, perkembangan tahun 2023 telah menurun sebesar 2,23 persen , berarti sudah hampir di posisi 13,2 persen di tahun ini,” ucap Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Baca Juga: Wakil Presiden Ma’ruf Amin Hadiri Pengukuhan Ansar Ahmad Sebagai Ketua KDEKS Provinsi Kepulauan Riau
Untuk itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga terus mendorong agar terus dilakukan sosialisasi penurunan stunting di Kepri pada umumnya terkhusus di Kabupaten Bintan.
“Mulailah dengan mengkonsumsi makan makanan bergizi, seperti konsumsi ikan kepada balita, susu dan makanan yang bervitamin lainnya yang mampu meningkatkan gizi anak balita,” tegas Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Dalam peninjauan di Posyandu Kasih Ibu II ini, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga melihat perkembangan dan jumlah balita di Posyandu, melihat ketersediaan alat ukur tumbuh kembang balita, dan pengukur berat badan balita di dalam posyandu.
Tak hanya itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menanyakan terkait ada pengaruh ekonomi lemah terhadap balita penderita stunting di Provinsi Kepri
“Serta bagaimana penanganan stunting di Provinsi Kepri.,”tanya Wakil Presiden Ma’ruf Amin
Sementara itu pada kesempatan yang sama Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan bahwa perkembangan stunting di Kepri saat ini terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Mampu Penuhi Ekspetasi Presiden Jokowi Pertahankan Inflasi
“Dari target nasional 14 persen, angka stunting Kepri tahun 2022 berada pada angka 15,4 persen,”ungkap Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Dirinya melanjutkan Pemprov Kepri juga berada pada urutan terendah ke 4 se Indonesia dan terendah ke 2 se Sumatra.
“Kepri terus melakukan intervensi guna menurunkan angka stunting. Hingga saat ini penurunan sudah mencapai 2,2 persen,” tambah Ansar.
Baca Juga: PSSI Nyatakan Sepanjang Pertandingan Timnas Indonesia Tahun 2023 Disiarkan Oleh Pihak MNC Group
Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga mengatakan di Kepri prevalensi terjadi pada penurunan angkat kematian ibu, prevalensi penurunan angka kematian bayi, terus memberikan multivitamin kepada bayi,
Pemberian multivitamin tablet penambah darah bagi ibu hamil, pemberian vitamin f 100 bagi balita penderita gizi buruk, makanan tambahan bagi ibu dan bayi, susu bagi anak.
“Penguatan posyandu diberikan kepada posyandu yang ada di seluruh Provinsi Kepri sebesar Rp 5 juta per posyandu, pemerintah kabupaten/kota juga memberikan insentif kepada kader posyandu guna upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kepri,”terang Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan, pemberian sosialisasi kepada ibu balita pada setiap kesempatan guna penurunan angka stunting di Provinsi Kepri.
“Tak hanya itu, terkait pencegahan Pemprov Kepri juga memberikan penguatan layanan primer seperti Pendampingan entri data balita ke dalam aplikasi e-ppgbm, peningkatan ahli gizi pada Puskesmas kabupaten-kota, skreening anemia, Pelaksanaan kelas ibu hamil dan balita, Peningkatan kualitas nakes dan kader, konvergensi stunting dan pergerakan masyarakat dan penyebarluasan informasi terkait stunting,”tambahnya.***

