HARIANMEMOKEPRI.COM – Lapas Narkotika Tanjungpinang menjalin koordinasi dan audiensi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri dalam rangka rencana pembentukan pondok pesantren bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor MUI Provinsi Kepri ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, bersama jajaran pejabat struktural.

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dalam meningkatkan pembinaan kepribadian WBP melalui pendidikan keagamaan yang lebih terstruktur.

Dalam audiensi tersebut, Fauzi Harahap menyampaikan bahwa rencana pendirian pondok pesantren di dalam lapas diharapkan menjadi sarana rehabilitasi mental dan spiritual bagi para warga binaan.

“Kami ingin menghadirkan pembinaan berbasis keagamaan yang sistematis, sehingga WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal moral dan spiritual untuk kembali ke masyarakat,” terang Fauzi

Beberapa poin penting dibahas dalam pertemuan itu meliputi rencana pembentukan pesantren, penyusunan kurikulum keagamaan sesuai dengan syariat dan nilai moderasi beragama, serta penyediaan tenaga pengajar atau ustadz kompeten.

Pihak MUI Provinsi Kepri menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan, baik secara moril maupun teknis, khususnya dalam hal standarisasi kurikulum dan pendampingan keagamaan.

Hasil dari pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut, termasuk penyusunan struktur organisasi pesantren serta pengembangan kurikulum dengan melibatkan rekomendasi dari MUI.

Dengan adanya program ini, diharapkan pembinaan di Lapas Narkotika Tanjungpinang dapat semakin optimal, serta mampu menciptakan WBP lebih siap kembali ke tengah masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan kuat.