Setibanya di Batam, para joki mengambil ponsel dari lokasi tertentu yang telah ditentukan pengendali.

Setelah IMEI teregistrasi, perangkat dikembalikan kepada pengendali untuk dijual kembali di Indonesia.

Skema ini bertujuan menghindari Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang seharusnya dibayarkan sesuai aturan kepabeanan.

Atas temuan ini, Bea Cukai Batam menetapkan seluruh ponsel sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN) dan menerbitkan Surat Bukti Penindakan.

Selain itu, Bea Cukai juga mengajukan rekomendasi pemblokiran IMEI ke Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) agar ponsel tersebut tidak dapat digunakan di jaringan seluler Indonesia.

“Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah tegas untuk memastikan kepatuhan hukum serta melindungi kepentingan nasional,” tegas Evi.