HARIANMEMOKEPRI.COM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam menggelar Rapat Koordinasi tahun 2023, yang dipimpin oleh Sekda Batam Jefridin sekaligus Ketua Harian TPID Kota Batam, Rabu (08/2023).

“Terima kasih yang sudah hadir pada rapat perdana Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam Tahun 2023. Saya atas nama pak Walikota Batam Muhammad Rudi mengucapkan terimakasih pada tim inflasi tahun 2022. Alhamdulillah dapat mengantarkan, walaupun tinggi inflasi kita tapi tidak separah dengan daerah lain,” ujar Sekda Batam Jefridin.

Seperti diketahui pada tahun 2022, berbagai faktor mempengaruhi tingkat inflasi Kota Batam. Namun dari sisi kebutuhan bahan pokok, Batam dapat mengendalikannya dengan baik berkat kerjasama dari semua pihak terutama Asosiasi Distributor Bapok Batam.

Baca Juga: 6 Zodiak Yang Selalu Putus Cinta, Leo Terlalu Egois, Apakah Kamu Salah Satunya ?

Saat ini pihaknya tengah mewaspadai gambaran dari kenaikan harga beras, meski Batam belum mengalami kenaikan tersebut.

“Beras kalau sudah naik, bisa sampai 3 ribu rupiah perkilogramnya yang pasti akan berpengaruh pada inflasi kita. Sehingga stok ketersediaan beras Batam sangat penting perlu kita antisipasi,” ungkap Sekda Batam Jefridin.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batam, Aguskadaryanto mengungkapkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Januari 2023 menunjukkan deflasi sebesar 0,26 persen. Dengan tingkat inflasi tahun ke tahun Januari 2023 terhadap Januari 2022 sebesar 4,90 persen.

Baca Juga: Petani Ujung Tombak Kedigdayaan Nahdlatul Ulama

“Bila melihat kelompok yang andil menyebabkan inflasi tertinggi ialah angkutan udara, kemudian disusul bayam dan kangkung. Terlihat sederhana tapi mampu menyebabkan inflasi,” tutur Aguskadaryanto

Oleh sebab itu, BPS Kota Batam memaparkan data tersebut juga sebagai bahan acuan bagi Pemerintah Kota Batam agar dapat mengambil kebijakan dalam pengendalian inflasi Kota Batam, terutama menjelang puasa dan hari raya.

Kepala Tim Perumusan KEKDA Provinsi dari Bank Indonesia, Sudarta juga menyampaikan perlunya antisipasi terutama menjelang ramadhan dan idul fitri. Dimana komoditas yang sama setiap tahunnya naik secara berulang.

Baca Juga: Warga Desa Linau Diresahkan Hama hewan Babi, Tanaman Banyak yang Rusak Diserangnya

“Yaitu angkutan udara, bayam, cabai merah dan daging ayam ras. Barangnya banyak tapi harganya tetap naik. Ini perlu diketahui sebabnya apakah mengikuti harga nasional atau ada faktor lain,” kata Sudarta.

Selain operasi pasar dan pasar murah, Pemko Batam telah melakukan upaya lain guna menurunkan inflasi. Diantaranya urban farming, yang dapat dilakukan masyarakat di halaman rumahnya masing- masing. Yaitu pembagian bibit cabai, melalui program sederhana ini, dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.

“Bagaimana kita bisa mempertahankan tingkat inflasi yang rendah di Batam salah satunya adalah dengan rapat seperti ini, agar inflasi kita dapat terkendali sesuai target pemerintah,” tutup Sekda Batam Jefridin.