Aliansi Pemuda Melayu mengucapkan terimakasih kepada masyarakat melayu baik dari Kepri maupun luar Kepri seperti Kalimantan Barat, Jambi, Riau, Jakarta, Karimun yang telah hadir pada unjuk rasa hari ini.
Namun Pian menjelaskan bahwa aksi itu dibatalkan demi mencegah dari hal yang tidak diinginkan semua orang seperti yang sudah terjadi sebelumnya.
“Demi Allah tidak ada tekanan sama sekali, kami mengedepankan persaudaraan, kami sepakat tidak akan mengadakan aksi pada 11 September 2023,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama juga, Aliansi Pemuda Melayu mengajukan surat penangguhan penahanan kepada Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N untuk tujuh orang yang diamankan di Polresta Barelang.
Baca Juga: 65 Orang WNI M KPO Tiba Dari Malaysia, Januari Hingga Agustus 1837 Orang Dideportasi
Sedangkan Walikota Batam Muhammad Rudi, mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N yang telah membantu penyelesaian permasalahan masyarakat kota Batam di Rempang.
Walikota Batam Muhammad Rudi juga mengucapkan terima kasih atas penangguhan penahanan kepada tujuh orang pelaku yang di ajukan Aliansi Pemuda Melayu.
“Saya Walikota menjamin agar saudara kita yang di tahan agar bisa di kembalikan ke rumahnya masing-masing. Allah telah mengijinkan masalah bisa kita selesaikan khusus untuk demo besok, kami tidak pernah menekan pihak dan jajaran, tapi kita duduk bersama, kita lebih mementingkan kepentingan umum demi membangun Kota Batam yg kita cintai,” ungkap Walikota Batam Muhammad Rudi.

