“Melalui kegiatan pawai budaya ini, kami ingin menanamkan nilai perjuangan dan semangat Sumpah Pemuda agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cinta bangsa dan menghargai sejarah,” ujar Netty.
Sementara itu, Kepala Desa Landak, Amirullah, mengapresiasi antusiasme pihak sekolah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, anak-anak kita tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Ini bentuk nyata cinta terhadap keberagaman bangsa. Semoga tahun depan bisa diikuti lebih banyak pihak, termasuk unsur pemerintah desa,” ungkapnya.
Usai pawai, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dari peserta didik. PAUD Dunia Anak membuka acara dengan tarian Pacu Jalur dan fashion show bertema budaya Nusantara.
Siswa kelas 1 menampilkan tarian Nona Singapura, sementara siswa kelas 6 membawakan pembacaan puisi, lagu Sumpah Pemuda, dan Tarian Kreasi Nusantara yang memukau penonton.
Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Jemaja, Azuwarman, turut memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh sekolah.
“Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan pemahaman siswa tentang arti perjuangan pemuda dalam memerdekakan Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, ras, dan agama,” ujarnya.
Azuwarman juga mengingatkan pentingnya penggunaan handphone secara bijak di kalangan pelajar, serta mencegah terjadinya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus aktif memberi pemahaman agar siswa saling menghargai dan tidak melakukan kekerasan,” tegasnya.
Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami nilai perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab sebagai penerus bangsa.

