“Setelah puja bakti, kami lanjutkan dengan kembang api, pentas seni, dan acara lelang. Besok juga ada sembahyang bersama, masyarakat bebas datang sepanjang hari,” jelasnya.
Ia berharap Tahun Kuda Api membawa keberuntungan, kelancaran usaha, kesehatan, serta semakin kuatnya toleransi antarumat beragama di Anambas.
Selain Vihara Gunung Dewa, umat Tionghoa di daerah ini juga beribadah di Vihara Patma Sagara yang berada di wilayah Palmatak.
Menambah semarak suasana, belasan wisatawan mancanegara turut hadir menyaksikan langsung tradisi Imlek di Anambas.
Mereka tampak sibuk mengabadikan momen perayaan yang sarat budaya tersebut.
Ko Edi menambahkan, kemeriahan Imlek akan berlanjut hingga perayaan Cap Go Meh yang direncanakan berlangsung pada Maret 2026 mendatang.
Persiapan perayaan sendiri telah dilakukan sejak awal Februari sebagai wujud kesiapan umat menyambut tahun baru dengan penuh makna dan kebersamaan.
Perayaan Imlek 2577 di Siantan menjadi simbol harmoninya kehidupan masyarakat multikultural di Kabupaten Kepulauan Anambas.

