HMK, TANJUNGPINANG — Dalam rangka menyambut hari jadi Kota Tanjungpinang yang ke 239, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang bersama seluruh staff jajarannya melakukan ziarah makam pada Kamis (5/2023) Pagi.

Rangkaian kegiatan dalam menyambut hari jadi Kota Tanjungpinang ini berawal dari Ziarah Makam Sultan Badrul Alamsyah yang berada di Kampung Melayu KM 6 Tanjungpinang dan berakhir di Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat.

Adapun lokasi ziarah makam yang dilakukan terdapat 5 lokasi diantaranya, Makam Sultan Badrul Alamsyah, Makam Daeng Marewa, Makam Daeng Celak, Makam Raja Haji Fisabilillah, Makam Raja Ali Haji dan Engku Putri Raja Hamidah.

Rangkaian kegiatan ziarah yang dilakukan dimulai dari Pembacaan Riwayat singkat Tokoh, kemudian dilanjutkan dengan Penggantian kain nisan, dilanjutkan dengan mengacurkan air bunga dan menaburkan bunga rampai, kemudian diakhiri dengan tahlil dan pembacaan doa.

“Kegiatan hari ini adalah ziarah makam sempena memperingati hari jadi Kota Tanjungpinang yang merupakan hari bersejarah untuk seluruh masyarakat kota Tanjungpinang. Tentunya di harPeringatan Hari Jadi Ke 239, Pemko Tanjungpinang Gelar Ziarah MakamPeringatan Hari Jadi Ke 239,”

“Pemko Tanjungpinang Gelar Ziarah Makam momen ini sudah semestinya masyarakat kita ajak bersama-sama karena ini merupakan perjalanan sebuah kota, tentu tidak terlepas dari masa lalu dan sekarang, dengan kondisi sekarang tentu kita sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena boleh disebut begitu banyak kemajuan yang tentunya tidak terlepas dari support dan dukungan dari masyarakat kota Tanjungpinang,” ujar Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma

Rahma juga mengatakan bahwa Pulau Penyengat merupakan tonggak sejarah yang harus dijaga bersama, dengan kemajuan yang terdapat di pulau penyengat, ia berharap masyarakat terkhususnya yang berada di Pulau Penyengat dapat meningkatkan roda perekonomian.

“Dengan keindahan yang ada di pulau penyengat, kita harus siap dengan pengunjung yang datang, dengan memperkuat UKM dan IKM,” ungkapnya.

Rahma menghimbau kepada masyarakat Kota Tanjungpinang, terkhusus yang berada di pulau penyengat untuk terus pertahankan dan menjaga kelestarian pulang penyengat.

‘Ini merupakan peluang untuk kemajuan masyarakat pulau penyengat. Karena pulau penyengat merupakan pulau yang berjaya, bahkan hari ini pulau penyengat dikenal di kalangan luar,” jelas Rahma.