“Gedung ini merupakan cagar budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah awal mula pendidikan di Tanjungpinang, maka gedung ini dijadikan museum dengan nama museum sultan sulaiman badrul alamsyah,” jelas Nazri, saat menjadi narasumber dalam program Kemilau Kepri RRI Tanjungpinang, Selasa (31/2023).

Nazri menyebutkan, per 2022 lalu, jumlah koleksi benda benda sejarah yang tersimpan di museum sultan sulaiman badrul alamsyah sebanyak 2.613 koleksi dari berbagai sumber sejarah mulai dari perhiasan, senjata, peralatan rumah, keramik, kendi, piring, guci, artefak, miniatur, koleksi foto-foto, catatan dan naskah kuno, seni lukis, seni grafis, koin, cap/stempel, hingga benda hasil penemuan di zaman prasejarah, neolitikum yang berbahan andesit seperti kapak genggam, kapak batu, dan beliung persegi.

“Dari 2.613 koleksi itu memiliki delapan klasifikasi koleksi yaitu koleksi etnografi, keramologika, teknologika, historika, seni rupa, filogika, arkeologika, numismatika dan heraldika,” ucapnya.

Baca Juga: Isu Penculikan Anak Meresahkan, AKP Brasta: Awasi Anak anak Saat Bermain Luar Rumah