HARIANMEMOKEPRI.COM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merencanakan pembangunan flyover di Simpang Kota Piring, Tanjungpinang, pada tahun 2026 mendatang.

Proyek ini bertujuan mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan bahwa pihak Pemprov Kepri telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terkait rencana pembebasan lahan untuk mendukung proyek tersebut.

“Pak Gubernur sudah berbicara dengan saya bahwa tahun ini diharapkan mulai dilakukan perencanaan terkait pembebasan lahan. Saya masih menunggu feasibility study (FS)-nya, setidaknya kajian awal terkait kebutuhan lahan,” ujar Lis pada Rabu (9/4/2025) malam.

Ia menambahkan, Pemko Tanjungpinang akan segera berkomunikasi dengan para pemilik lahan untuk mengetahui berapa luas lahan yang dibutuhkan demi kelancaran pelaksanaan proyek flyover tersebut.

“Tentu kami akan berdialog dengan pemilik lahan agar program yang diwacanakan oleh Pemerintah Provinsi dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Lis juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad karena telah mendengar dan menindaklanjuti aspirasi pembangunan flyover yang sudah disuarakan sejak tahun 2016.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Pemprov Kepri karena aspirasi yang telah disampaikan sejak 2016 akhirnya akan terwujud,” ungkapnya.

Menurut Lis, pembangunan flyover menjadi solusi terbaik mengingat kondisi jalan di kawasan Simpang Kota Piring tidak memungkinkan lagi dipasang lampu lalu lintas akibat potensi longsor.

“Kalau dipasang lampu merah dan terjadi antrean kendaraan, justru bisa memicu longsor karena kondisi tanahnya,” jelasnya.

Selain itu, Pemko juga akan berkoordinasi dengan Polresta Tanjungpinang untuk pengaturan lalu lintas, khususnya kendaraan bertonase besar.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kapolresta agar truk dengan berat di atas 14 atau 18 ton dibatasi melintas pada jam-jam tertentu, karena kekuatan jalan kita hanya untuk kendaraan 8 ton,” ujarnya.

Lis berharap pembangunan flyover ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan, seiring meningkatnya volume kendaraan dan menyempitnya badan jalan di Tanjungpinang.

“Kami akan atur sebaik mungkin agar tidak membahayakan masyarakat, dan semoga masyarakat juga memahami bahwa ini adalah bagian dari solusi untuk mengatasi persoalan lalu lintas,” pungkasnya.